Welcome!!

Bismillahirrahmanirrahiim....
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 November 2015

dia datang padaku

dia datang begitu tiba-tiba
saat pikiranku sama sekali tak menyapa
apakah dia benar jawaban doaku?

dia tersenyum,
menatapku sesekali lalu tertunduk malu
membawa sebuah janji di ujung tahun
apakah dia menepati?

dia begitu istimewa
membuat bibirku sering tersenyum sendiri
padahal lama aku tak begini
apakah benar dia jawabnya?

Allah..
kutunggu jawabmu,
bersamanya..

Minggu, 18 Oktober 2015

Kau, masih kawanku bukan?


Kau masih kawanku,bukan?
Kawan, bisakah kau memecahkan persoalanku?
Akhir-akhir ini aku benar-benar tidak berselera untuk menulis. Aku muak sekali entah karena apa. Makannya aku jarang menyentuhmu kan? Pokoknya setiap aku melihatmu, aku hanya terdiam saja. Memandang tanpa sebersit ekspresi apapun, bahkan senyum pura-pura pun tidak.




Apakah kau marah padaku, kawan?
Sebab setiap aku melangkah ingin berbaikan denganmu, selalu saja ada yang mengahalangi.



Apakah kau cemburu padaku, kawan?
Sebab aku lebih memilih duduk berlama di depanmu tapi hatiku pergi ke tempat lain?

Apakah kau mengusirku, kawan?
Sebab jariku sama sekali tak lagi seramah dulu.

Kawan,
tapi kuharap kau merindukanku, sebab aku sangat-sangat rindu padamu!

Aku rindu bercerita tentang angin sore hari
yang tetap membelai lembut meski dicaci

Aku rindu pula berbincang tentang pagi hari
ketika kita duduk sambil meminum segelas kopi

Pula rindu menertawakan penduduk suatu negeri
yang  mengganggap hebat seorang pencuri

Ah, kawan
Aku benar rindu!

Maukah kau ganti cembung di wajahmu jadi cekung yang sempurna?
:)

Jumat, 09 Oktober 2015

Rantai Putus

Hanya ingin membiarkan debu menapak semesta
dan dedaunan menyapa bumi
seperti angin yang berlalu tanpa sapa
seperti kata yang bersembunyi dalam lagu
hampa

Hanya duduk tak berkata
dalam diam sang raja dunia
apakah salah?
atau terpatah?

Hanya bertanya pada besi tua
mengapa ia lama menatapku ragu
apakah geram?
ataukah lelah?

Hanya membiarkan jemari menari
mungkin kaku sebab lama tak berlatih
apakah rindu?
atau paksa?



Rabu, 30 September 2015

apaapapapa

Kau tak pernah tau, kawan..
bahwa pikiranku tak lagi bekerja seperti dulu
tak lagi menjelajah waktu
tak lagi kepada ingin tahu, berburu
dia diam
tak berkata atau bergumam
hanya diam

kau tak pernah tahu, kawan..
bahwa lisanku kini tidak lagi berkata padu
hanya  berceracau kacau
seperti bangau-bangau
kacau balau

kau tak pernah tahu kan, kawan?
setiap pandanganmu aku takut
setiap langkahmu aku mundur
setiap teriakanmu aku merutuk

kau tak pernah ingin tahu, kan
kawan?

Kamis, 17 September 2015

Kasihani Aku

Aku tak tahu mau menulis apa
hanya saja  jariku terus berteriak minta disapa
sebab seharian aku hanya membiarkannya terlunta
dan inilah jadinya saat mereka berbicara..

PROTA...
PROMES..
RPP...
SILABUS...

kawan, kau tahu??
kata-kata itu terus menghantuiku
bahkan hingga mata tertutup
hingga hilang segala kata
hanya mereka
saja!

hanya kau yang pernah mengajar
di tempat-tempat pemerintahan
atau berhubungan dengan mereka
yang mengerti dan memahami
penderitaanku selama berhari-hari ini

bagimu yang tak mengerti kawan,
kasihanilah aku
sebab membuat beragam khayal sementara ini aku tak mampu

PROTA...
PROMES..
RPP...
SILABUS...

PROTA...
PROMES..
RPP...
SILABUS...
 
..aku hilang..

Selasa, 08 September 2015

aku dan pasukan

Betapa lelah pendengaranku, kawan
tiap hari bermandikan keluhan dan cacian
padahal telingaku lubangnya kecil nian
tapi suara-suara besar itu terus berdesakan
masuk tanpa dipersilahkan

Betapa menyedihkan mataku, kawan
setiap masa memandang tanpa aturan
tengok depan belakang kiri dan kanan
tak mendengar satupun peringatan

Betapa kasihan lisanku, kawan!
lubang satu tapi banyak yang dikeluarkan
menanam dosa tanpa disadari akal pikiran
tiba-tiba hati-hati manusia tersakiti sebab ucapan

Betapa menderitanya aku kawan!
pemilik telinga,mata, dan lisan
harus  menjaga  semua pasukan
penuh ketaatan
agar selamat sampai akhir tujuan

aku,pasukanku,
bersiaplah!!

Kamis, 20 Agustus 2015

Hati yang Hilang

Aku tengah bersedih, kawan.
Sebab sesuatu yang hilang tanpa salam perpisahan
hal yang disebut perasaan

apa yang kulakukan bukan yang ku ingin
apa yang ku ingin bukan yang ku pikir
apa yang ku pikir bukan yang kurasa
apa yang kurasa bukan yang kualami

Kawan,betapa luar biasa sedihku
hingga tawa adalah tangisku
senyum adalah murungku
bahkan gerak gembira adalah dukaku

Kawan, mengapa kau hanya diam mendengarkan
mengapa tak ucap satu pun kata hiburan
atau senyum untuk sedikit melegakan
mengapa kau hanya  seperti tiang di pinggir jalan?


jikalau begitu maumu, kawan
saat aku hilang jangan salahkan
kala darah menjadi tangisan, biarkan
bahkan jika babak belur hatiku, jangan hiraukan

Biar!
biar rasa itu hilang
pergi jauh sampai tak terkenang
BIAR!!

Jumat, 07 Agustus 2015

Prajurit seorang diri

siluet senja tak lagi terlihat
hanya ada siang dengan panas yang sangat
membuatku bermandikan keringat
melunturkan semangat

kawan, apakah langit sedang marah?
atau ia menantangku untuk menyerah?

TIDAK!
kukatakan padamu, kawan
meski langit tak lagi berawan
atau senja tak lagi berkawan
aku tidak akan menyerah tanpa harapan

aku, akan menjadi prajurit sejati
meski tak ada yang menemani
meski harus sendiri!

saksikan kawan!
tak ada tangis manja lagi!

Rabu, 23 Januari 2013

Jangan Khawatir, Saudaraku..


Jangan khawatir saudaraku

jika mereka terlalu memuja Rasulnya

bukankah dahulu para sahabat begitu memuja Rasul...

berdesak-desak, terlihat hampir seperti berbunuh-bunuhan

hanya demi sehelai rambutnya ..


Jangan khawatir Saudaraku …

Dekatilah  orang terbodoh dari mereka Dan tanyalah… “Siapa Muhammad ?”

Kau akan dapatkan jawaban, dibalik wajah lugunya yang heran dengan tanyamu

“Dia adalah utusan Allah”

tanyalah sekali lagi…lagi… dan lagi… tanyakan pada semua pemuja,

dan sia-sia kau menanti jawaban “Dia adalah anak tuhan” atau “dia Adalah tuhan”..

sungguh si pemuja akan marah jika kau katakan begitu…


Jangan khawatir Saudaraku …

jika mereka terlalu memuja Rasulnya

Tapi takutlah jika mereka berhenti memuja .

Dan mulai membasahi mulutnya dengan nama-nama ulama, pemain bola, artis, penyanyi

Tetapi lupa memuja rasul-Nya..

dan lebih takutlah ketika mereka mulai benci ketika mendengar Nama Rasul diagungkan....


Jangan khawatir Saudaraku …

jika di hari lahirnya Rasul kita dipuji..

tapi takutlah ketika kau tidak mendengar satu untai sajakpun untuk memuja Rasul di hari itu...

sedang di hari lahir mereka sendiri...,

sedang di hari lahir sahabat-sahabat mereka...

sedang di hari-hari lahir kekasih mereka….

Mereka bersyukur karena dilahirkan di dunia

Dan tak lupa berkata

 "selamat hari milad saudara..."


Dan lebih takutlah jika di hari itu,

mereka mulai  tak sudi sedikit saja mendengar

"salam bagimu wahai makhluk terindah ciptaan Allah "

yah hanya sedikit saja....

Minggu, 12 Agustus 2012

Bertanya

Allah tahu aku lemah,
lalu Ia menyuguhkan ujian yang berat
dan aku mengeluh,
berkata pada rembulan malam hari
bilakah pengakhiran itu tiba?

rembulan cemberut
mendengar tanyaku ia perlahan surut
menyerahkan tanya pada mentari pagi hari
tapi mentari hanya berdiam diri
lalu tanpa pamit ia meninggalkanku sendiri

dan aku sendiri,
bertanya pada siapa lagi??

Kamis, 21 Juni 2012

Dua Puluh Delapan Hari Lagi

dua puluh delapan hari lagi
waktu-waktu mulia akan kembali
lihatlah ke segenap penjuru negeri
tak kah kau lihat malaikat-malaikat berjejer rapi?

“Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama."

dua puluh delapan hari
hari dimana syaithan dikebiri
tak mampu menggoda manusia lagi,
tapi itu setan jenis iblis, lihatlah dengan hati
tak kah kau lihat syaithan-manusia tetap beraksi?

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, .. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.”

dua puluh delapan
apakah sudah kau siapkan raga
beserta segenap jiwa
agar kelak tak hanya menndapat lapar dan dahaga
tapi pula ridha dari Yang Maha Kuasa

dua puluh
waktunya hanya dua puluh tambah sepuluh hari
bukan untuk bermalas diri
namun mendekat pada Illahi
setiap detiknya mengajakmu merenungkan
tentang mereka yang berlapar sepanjang tahun


dua,
namun yang harus kau pahami jua
bahwa tak ada yang menjamin kau masih punya nyawa
saat semilir angin Ramadhan menyapa
karena jiwa-jiwa kita
adalah mutlak milik sang Pencipta


"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.." (QS An-Nisa 4:78)
...
masihkah kau diam?

Jumat, 08 Juni 2012

BERIMANLAH!

cahaya memasuki ruang suci,
berkata pada wanita yang sendiri
"Kau akan punya anak"
"Bagaimana bisa sedang tentang laki-laki aku tak tahu banyak?"
"Ini kehendak Sang Pencipta"
"Kalau begitu aku yakin dan pecaya"

lalu kehendak itu nyata
ruh memasuki rahim sang wanita
ia tak banyak bertanya mengapa
sebab Allah di balik segala cerita

satu dua bulan ia aman
memasuki bulan selanjutnya perutnya membesar
maka tak ayal berbagai fitnah tersiar, tersebar
'hamil tanpa suami! dia pezina' begitu suara cacian
ia wanita yang punya hati punya rasa
tapi bukan pada akal atau nafsu ia tundut taat
kalbunya lapang, yakin atas suratan takdir Yang Maha Kuasa

ia pergi jauh dari kampung
tanpa membawa perbekalan dalam karung
hanya iman yang melampaui tegarnya gunung
maka kala lapar menyapa
Allahlah yang berbicara,
kurma turun dengan segera

lisannya ia tutup rapat
kala cacian semakin berat
sambil menggendong bayinya, iman ia perkuat
yakin dan percaya atas ketentuan yang tersirat

maka, Allahlah yang menjawab
melalui lisan sang bayi yang belum sempurna mengenal kata
lancar fasih tiada cela
"Aku ini utusan Tuhan!" begitu ia mengucap

dialah Siti Maryam, wanita pilihan Tuhan
yang padanya syurga dijanjikan
bersama sejuta kenikmatan
atas seluruh raga dan jiwa yang ia korbankan
dan iman yang sempurna tanpa keraguan

dialah Siti Maryam, wanita pilihan Tuhan
untuk kita kisahnya dihadirkan
bukan sebagai celaan
tapi sebagai pelajaran
ada satu kunci ketenangan
IMAN
di lisan
dari hati
dalam perbuatan

Kamis, 07 Juni 2012

Untukmu, Sahabatku di Balik Berlin

Aku menanti sesungging senyum
ikhlas, tidak dikulum
lepas, bukan mengerum
berbekas, aromanya tercium

tapi yang kau hadirkan justru suasana kaku
membuat hatiku beku
dan kaki tangan enggan membuat laku

pepatah berkata bahagia kadang harus dijemput
Aku mencoba tersenyum dahulu
lalu kau palingkan muka tanda tak setuju
atau karena kau malu?
aku tertunduk bersama diammu

kadang, pada sang waktu aku mengadu
dapatkah kuputar ia satu atau dua bulan lalu
agar kuhentikan segala prasangka yang terlanjur meruah
membuat hati-hati yang satu jauh terpisah

hingga kini,
aku masih menanti
senyummu yang ikhlas itu kembali
bersama canda dan tawa berbagi
dalam naungan cinta Illahi

Minggu, 27 Mei 2012

Wajah yang Kurindu



ada satu wajah
yang tiap menatapku, senyumnya merekah
tulus dan penuh ikhlas
sungguh tak mengharap balas

diamnya adalah do'a
dalam kalbu tiada cela
berharap dari rahimnya yang mulia
terlahir hamba-hamba Allah yang dicinta

katanya pun do'a
dalam rangkai penuh makna
berharap dari tangannya yang kian tua
terbentuk prajurit-prajurit berjiwa muda

lakunya pula do'a
menyentuh lembut setiap raga
berharap dari detik-detik yang tersedia
tercipta manusia-manusia yang dirindu syurga

harapmu, duhai yang kurindu
berbalas atau tidak tak lah kutahu
namun, sungguh diri ini
meresap harapmu dari lubuk hati

dia yang kurindu
adalah dia yang tiap kali bertemu
ia siapkan kelapa dan nangka tiada jemu
dengan antusias menjamu
menggono spesial untukku 

* maafkan anakmu yang penuh alpa ini, duhai yang kurindu..

Rabu, 09 Mei 2012

Mengikuti Nada Alam

dalam kepak sayap malam
ia mematung, terdiam
hendak berlari menantang alam
namun segala daya telah karam
bahkan nafasnya hampir saja tenggelam

sebatang kara di keramaian
ayah ibu sudah tidak bisa lagi bergandengan
bukan hanya sebab tangannya telah menjadi potongan
pula sudah bisa ia disebut yatim piatu, sendirian
jasad kedua tersayang di hadapan
tiada.. sebab luapan kemarahan

dalam kepak sayap malam
mentari tertutup sempurna, temaram
ia lalu duduk, sudah berjam-jam
hendak apakah iapun bertanya geram
pada nada malam ia titipkan tanya dan salam
untuk Tuhan dan semua duka yang terekam

Minggu, 29 April 2012

Nanti Saja Berjilbab

Nanti, katamu
jika tangan dan kaki tiada cela terlaku
atau mulut tiada menjejak sesuatu
sekarang pikir-pikir dulu

Tunggu sebentar, ucapmu
hatimu mau kau bersihkan sesuci nabi
pikirmu harus secemerlang ulama kini
tingkahmu tiada boleh tersalah meski sedikit

tak kah kau tau
seribu empat ratus tiga puluh tiga tahun lalu
mereka wanita sepertimu
beragam tingkahnya tak cuma satu
tak sempurna, kukatakan mereka sama manusia sepertimu!

namun, kala langit gemuruh
Lalu Sang Maha Kuasa berfirman lewat sang pesuruh
seketika wanita-wanita itu patuh
tak bertanya ini itu
tak berpikir mengapa, bagaimana atau kapan pada sang waktu
mereka patuh tiada keluh..

Inilah firman Tuhan itu..
“Katakanlah kepada wanita yang BERIMAN:
“Hendaklah mereka menahan pandangannya,
dan kemaluannya,
dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” (An-Nur:31)

tak kah kau tau
tiada abadi untukmu
kelak kau bertemu Sang Maha Tahu
dan ketika ditanya, "Mengapa kau biarkan terlepas hakmu?"
kau tergugu
keringat bercucur peluh
matahari di atas kepala jumlahnya tujuh
siapkah?

Ya Allah,, berikanlah kami cahayaMU.. aamiin.

Jumat, 30 Maret 2012

Dengan Puisi Aku Bermimpi

Kemarin waktu kuliah dasar-dasar hortikultura aku tidak mengantuk sama sekali! Wah, ternyata selama ini aku melewatkan banyak pengetahuan yang luar biasa! Tau kenapa aku tidak mengantuk? Bukan karena perutku sudah kenyang atau pikiranku tenang, bukan pula karena aku memperhatikan dosen dengan seksama. Aku punya satu cara yang sepertinya hanya diciptakan untukku. Aku berpuisi! Yap, dengan puisi kudengarkan dosen bernyanyi. Dengan puisi pula, aku belajar..
 inilah hasilnya, kawan... :D

buah atau sayur,
tomat itu buah
tomat juga sayur
disini semangka buah
di negeri samurai ia dianggap sayur
buah atau sayur,
keduanya akur

masalahnya hanya sekejap saja,
tujuh belas koma enam trilyun berpindah tangan
demi buah sayur kebun tetangga
sebab lidah-lidah telah mati
tak lagi mau cicipi kebun sendiri
tangan tak kuasa memetik
borgol tetangga keras mencekik

padahal sudah tujuh puluh varietas unggul tersebar di negeri ini
semangka, jambu, hingga pepaya tanpa biji
dari triploid rekayasa pemulia sejati
ahh,, tiba-tiba aku ingin menjadi pemulia
untuk menambah hati dalam diri pejabat tinggi
adakah pejabat unggul mampu tercipta?

Dapatkah kau bayangkan?
dari sebuah benih yang besarnya sepersepuluh kelingkingmu itu
mampu memenuhi perutmu yang sebesar itu
betapa kerdil pemikiran manusia yang diam!

Pisang Rajabulu
nomor satu di dunia
mengalahkan sang tanduk dan Thailand
bagaimanakah Rajabulu itu?
tinggi besar, satu koma enam meter lebih
lebih tinggi dariku
dan asalnya itu negeriku!


*haha,, aneh-aneh aja yahh hasilnya.. 

Kamis, 29 Maret 2012

Aku tentang BBM

tumben-tumbenan tadi pas ekonomi pertanian saya gak tidur, awesome!! ^o^p
dan inilah hasil kerja kerasku menahan kantuk.. :D

Aku tentang BBM

Dengar?
awak-awak kapal merapat
lampu dermaga telah terang tanpa karat
sudah selesai,
pelayaran telah usai..

Dengar?
pilot pesawat mendarat
jalan bandara tentram tanpa kata
habis,
penerbangan sudah tamat

Dengar?
supir angkutan berhenti lama
aspal jalanan telah usang
hanya satu dua suara kaki
lengang,
perjalanan terhenti, entah sampai kapan

Aku,
bukan awak kapal
atau pilot
atau supir
atau dirimu

aku adalah aku,
BBM naik atau tidak,
aku tetaplah aku
bersama perut busungku
bersama ribuan lalat
dalam rumah yang kau sebut..
             SAMPAH

Sabtu, 31 Desember 2011

Dengan Puisi, Aku

Dengan puisi aku bernyanyi,
sampai senja umurku nanti

Dengan puisi aku bercinta,
batas cakrawala

Dengan puisi aku mengenang,
keabadaian yang akan datang

Dengan puisi aku menangis,
jarum waktu bila kejam mengiris

Dengan puisi aku mengutuk,
nafas zaman yang busuk

Dengan puisi aku berdo'a,
perkenankanlah kiranya


by: Taufiq Ismail

Kamis, 22 Desember 2011

Kerinduan Bumi

Dengarkah kau?

Tangis bumi ditinggal masa

Yang terlewat dengan segera

Dan kini dijejak nafsu yang berkuasa


Lihatkah kau?

Wajah bumi dicecar luka

Sebab sentuhan tangan-tangan tak berjiwa

Menghampar neraka beraroma syurga


Tahukah kau?

Bumi tengah merindu


Bumi merindu pada suatu waktu

Kala taman-taman dipenuhi bunga yang tersipu

Semerbak harumnya tak mudah diserap kumbang tak tahu malu

Penuh kesucian, ia menunggu


Bumi tengah merindu,


Bumi merindu pada keluarga yang padu

Berpondasi kasih Illahi nan abadi

Mencipta pemimpin gagah berani

Bermodal kalam yang suci


Bumi tengah merindu,


Bumi merindu pada penguasa yang ruku

Yang bertahiyat di tengah rakyat

Lalu bertasbih setiap saat

Dan sujud pada kebenaran tanpa karat


Bumi tengah merindu,


Bumi merindu pada dermawan tak bertopeng

Mengulur kanan tanpa terlihat kiri

Menebar benih dengan berjinjit api

Dan tersenyum seikhlas hati


Bumi bertanya padamu

Masa yang dirindu,

Adakah ini tinggal kerinduan?