Welcome!!

Bismillahirrahmanirrahiim....

Sabtu, 25 April 2026

ketika mimpi seperti mimpi

 apakah aku boleh bermimpi lagi?

padahal telah terbit mentari

bulan pun sudah tak ingin menemani


gejolak dalam diri tak kurasai

bahkan sudah tak nikmat kopi pagi hari

nampaknya aku hampir mati?


jadi, bolehkah aku merangkai kembali?

kata-kata yang dahulu bagai kobaran api

melahap setiap keraguan dan sanksi hati

bahkan mampu menembus angkasa tak bertepi


kawan, kutanya kau sekali lagi

kau lihat rambutku mulai terwarnai

perutku kembang kempis berkali-kali

bahkan sepeda sudah tak mau kuajak berlari

apakah aku boleh bermimpi lagi?


sabtu,25 April 2026


Sabtu, 11 April 2026

2026, tahun siapa?

Ini adalah jejak awal
meskipun telah banyak tanah yang terinjak
sebab telah banyak mata terpejam
bahkan tawa lebih menggema dibanding kata

tak terasa,
2026 sudah hampir pertengahan
tapi aku merasa mundur?
bahkan untuk sekedar memeluk frasa pun kaku,
lihat huruf-huruf itu berantakan tanpa aturan

puluhan tahun bersama,
rasanya ilmuku malah berkurang
amalku menyempit,
akhlakku merosot
duhai, masih pantaskah aku mengadu?


tahun ini,
akan ada nafas baru
yang lahir dari nafas tersengal 
yang entah kenapa, aku merasa kasihan

aku harus kembali,
sebelum menyesal menghampiri
akan kurayu kata agar kembali manis,
akan kurengkuh asa agar citaku tak habis

meski harus membuatmu kelelahan,
kuharap kau sabar seperti dulu, kawan!

2026, jadikan ini tahun kita
menyambut setiap nafas yang tergantung
ayo, jadikan ia irama yang padu lagi!


key
11042026,

Kamis, 10 Juli 2025

Menyerah

Kurasa sudah waktunya aku menyerah

Menunjuk takdir sebagai tersalah

Berlabel pengecut biarlah

Ini kan artinya pasrah?


Sudah waktunya aku menyerah

Biarkan saja luka dan nanah

Tersebab salah melangkah 

Toh sudah parah?


Waktunya aku menyerah

Uban pun sudah bertambah

Ingatan pun payah

Aku kan lemah?


Aku menyerah

Tapi kenapa kau marah

Lalu mengangkat kerah

Apa aku tak boleh lelah?


Menyerah

Sebab mimpi hanya untuk peziarah

Yang punya tujuan terarah

Aku kan sampah?


Kamis, 03 Juli 2025

TUMBAL


Lautku sayang,
Jangan menangis
Katanya tusukan bambu di kakimu disetujui penguasa,
Menggorok leher nelayan demi mencipta gempita,
Bukankah itu karya anak bangsa?

Lautku sayang,
Tak payah marah
Meski terlambat,
Bukankah mereka berduyun padamu bersimpati,
Bahkan si nomor satu berkoar melindungi
Ah, atau melindungi diri dari caci?

Lautku sayang,
Tak usah kesal
Mereka sudah siapkan tumbal
Sepotong kepala jabatan rendah,
Apakah cukup?

Cirebon, 29 Februari 2025

Kamis, 20 Maret 2025

Ramadhan Bercerita

Kemarin Ramadhan bercerita,

Malam-malam kau sibuk bercanda dengan bulan

Sahur terlupakan, 

Hidangan surga terabaikan..


Kemarin Ramadhan bercerita,

Hari-hari kau dan ponsel terus dalam gurauan,

Lupa bertegur sapa dengan Tuhan,

Sekedar gerakan rutin sebagai tuntutan, 

Itupun di akhir waktu, sekejap bak kilatan


Kemarin Ramadhan bercerita,

Menangis sebab panggilannya tak kau gubris

Kecewa sebab pelukannya kau tangkis

Marah sebab cintanya kau buat amis


Kemarin Ramadhan bercerita,

Meski di sisa umur yang tak seberapa

Ia menunggu kau sapa

Dengan hati tanpa cela

Bukan sekedar bualan belaka


Kemarin Ramadhan bercerita,

Apakah kau tak dengar?

Apakah kau tak lihat?

Apakah kau tak rasa?


Atau memang,

Kau sudah mati?


Cirebon,20 Ramadhan 1446H

@albinyahya


Selasa, 04 Maret 2025

Nasihat Ulama

Bismillahirrahmanirrahim

Saya tak lagi berani mengatakan nasihat-nasihat sebab sepatutnya saya lah yang diberi nasihat. Maka kali ini saya akan sampaikan nasihat daripada ulama saja. Semoga saya khususnya dan yang membaca umumnya mendapatkan manfaat. Aamiin.

Saya mulai dengan perkataan seorang ulama yang matanya buta, tapi hatinya dapat melihat dengan jelas, al Habib al Imam Abdullah bin Alwi AL hadad.

Wahai saudaraku tercinta!
Hendaknya kamu menguatkan keyakinanmu dan memperbaikinya. Karena yakin jika kokoh di dalam hati dan menguasainya, maka seakan-akan hal yang awalnya tak nampak mejadi nampak. Dan ketika orang yang memiliki keyakinan seperti ini akan mengatakan seperti perkataan Ali karomallahu wajhahu:

"Meskipun dibuka hal yang tertutup, tak akan menambah keyakinanku"

Kala Ramadhan Menerka

 Kala Ramadhan Menerka 


Kau kah itu?

Yang datang dengan jubah terindah,

Kau hitung tiap langkah,

Tak sabar bertemu aku,

Mempersembahkan hadiah yang kau rapihkan tiap waktu..


Kau kah itu? 

Yang hanya menunggu,

Aku yang datang karena waktu,

Kau suguhkan sajian nikmat untuk datangku,

Namun, lalu kau bosan dan kembali lupakan aku,

Hanya karena aku ada, kau terpaksa menyapa,

Hingga aku pergi, kau mengusirku penuh tawa

Kau bahkan memakai pakaian terbaik,

Untuk kematianku..


Kau kah itu?

Yang merengut saat kupijakan rumput halamanmu,

Katamu, kau jadi tak jujur karenaku

Kau pura-pura rindu,

Tapi bahkan namaku pun kau tak tahu

Kau buat semesta memujimu karena cintamu padaku,

Tapi aku hanya merasakan pahitmu..


Kau kah itu?

Yang sama sekali tak peduli

Ada tiadaku,

Kau tetap sama,

Hanya berbeda jam kerja saja,

Pula jam tidur karena bekerja lembur


Kau kah itu?

Yang bahkan tak tahu aku ada

Lalu berkata,


Kau kok sudah datang lagi?

Rasanya baru kemarin kau kemari..



Kau kah itu?

Kau

Kau 

Yang mana?


Cirebon, 25 Februari 2025

@albinyahya