Welcome!!

Bismillahirrahmanirrahiim....

Kamis, 14 Mei 2026

Si Paling Sempurna

 Dia menyapaku paling awal

Saat Aku masih sedikit sekali berbekal

Aku menyambutnya penuh harap

Namun ia menerimaku tanpa syarat...


Dia anakku yang pertama, datang saat aku belum pernah mengurus bayi mungil yang suci dan rentan itu. Aku menunggunya datang, meski dengan segala keterbatasanku. Untungnya, saat itu ada ibuku yang luar biasa. Jadi aku belajar banyak dari beliau yang memiliki 12 anak untuk mengurus anak. Dan.....

JENG! JENG!

Anak yang mungil lucu  dan tak mampu melakukan apapun selain menangis itu kini sudah menginjak usia 9 tahun! Sungguh luar biasa takdir Allah dan sungguh hebat jalan cerita yang Allah siapkan untuk anakku ini.

di umurnya yang menginjak 2 tahun, ia memiliki adik

tahun berikutnya, adik lagi

tahun berikutnya, adik lagi..

tahun berikutnya adik lagi...

hingga kini adiknya akan mencapai angka 6 insya Allah!

dan kau tahu apa doanya setiap hari?

"Semoga Umma hamil lagi". katanya inilah doa yang selalu ia panjatkan di samping doa-doa luar biasa lainnya. sungguh mengherankan bukan??!

Anakku yang satu ini hatinya lembut sekali. Jika nada biacaraku agak tinggi ia akan langsung menangis dan menganggapku tak menyayanginya lagi. Bahkan walaupun ia mengaku ingin memiliki adik banyak, namun setiap kali aku memeluk dan mencium bayi, ia juga ingin diperlakukan seperti itu. Ya, ia cemburu pada hasil doanya itu! 

hati-hati jika kau memberi nasihat padanya karena ia akan mengingatnya dan menuntutmu untuk melakukannya juga. Ia tak suka barangnya disentuh orang lain atau digeser dari tempatnya. Ia rapih dan teratur, beda sekali denganku. Hahaha...

Ia pekerja keras dan suka jika tujuannya tercapai. Jika sudah menentukan target akan ia kejar sampai dapat. yah, dialah Si Paling Sempurna...


Walaupun aku bukan ibu yang sempurna,

tapi akan ku doakan kau dengan sempurna, Nak...


anakku yang lain? oke, tunggu aja ceritanya ya.. ;)



Selasa, 28 April 2026

Jamuan Pahit

kawan,

dimana aku harus memulai

sedangkan setiap huruf memasang wajah masam

kadang bahkan bersembunyi 

sulit kutemui


kawan,

setiap kata tertuang aku takut

apakah harus kuakhiri dengan tragis

atau kutinggal tanpa perlu kusudahi?


kawan, 

kepadamu saja aku jujur

bahwa selama ini aku hanyalah pendusta

mengaku bersahabat dengan mereka padahal tidak

bangga saat ceritaku dipuja padahal tak bernilai


kawan, 

apakah kau menikmati jamuanku?

walaupun pahit?

atau bahkan beracun?


bagaimana aku harus membalasmu

sedang aku tak memiliki sesuatu?


kawan,

setidaknya bicaralah!

atau mengangguk tanda mendengar

kenapa kau diam?


kawan,

apakah kau bosan?


key,

280426

Sabtu, 25 April 2026

ketika mimpi seperti mimpi

 apakah aku boleh bermimpi lagi?

padahal telah terbit mentari

bulan pun sudah tak ingin menemani


gejolak dalam diri tak kurasai

bahkan sudah tak nikmat kopi pagi hari

nampaknya aku hampir mati?


jadi, bolehkah aku merangkai kembali?

kata-kata yang dahulu bagai kobaran api

melahap setiap keraguan dan sanksi hati

bahkan mampu menembus angkasa tak bertepi


kawan, kutanya kau sekali lagi

kau lihat rambutku mulai terwarnai

perutku kembang kempis berkali-kali

bahkan sepeda sudah tak mau kuajak berlari

apakah aku boleh bermimpi lagi?


sabtu,25 April 2026


Sabtu, 11 April 2026

2026, tahun siapa?

Ini adalah jejak awal
meskipun telah banyak tanah yang terinjak
sebab telah banyak mata terpejam
bahkan tawa lebih menggema dibanding kata

tak terasa,
2026 sudah hampir pertengahan
tapi aku merasa mundur?
bahkan untuk sekedar memeluk frasa pun kaku,
lihat huruf-huruf itu berantakan tanpa aturan

puluhan tahun bersama,
rasanya ilmuku malah berkurang
amalku menyempit,
akhlakku merosot
duhai, masih pantaskah aku mengadu?


tahun ini,
akan ada nafas baru
yang lahir dari nafas tersengal 
yang entah kenapa, aku merasa kasihan

aku harus kembali,
sebelum menyesal menghampiri
akan kurayu kata agar kembali manis,
akan kurengkuh asa agar citaku tak habis

meski harus membuatmu kelelahan,
kuharap kau sabar seperti dulu, kawan!

2026, jadikan ini tahun kita
menyambut setiap nafas yang tergantung
ayo, jadikan ia irama yang padu lagi!


key
11042026,

Kamis, 10 Juli 2025

Menyerah

Kurasa sudah waktunya aku menyerah

Menunjuk takdir sebagai tersalah

Berlabel pengecut biarlah

Ini kan artinya pasrah?


Sudah waktunya aku menyerah

Biarkan saja luka dan nanah

Tersebab salah melangkah 

Toh sudah parah?


Waktunya aku menyerah

Uban pun sudah bertambah

Ingatan pun payah

Aku kan lemah?


Aku menyerah

Tapi kenapa kau marah

Lalu mengangkat kerah

Apa aku tak boleh lelah?


Menyerah

Sebab mimpi hanya untuk peziarah

Yang punya tujuan terarah

Aku kan sampah?


Kamis, 03 Juli 2025

TUMBAL


Lautku sayang,
Jangan menangis
Katanya tusukan bambu di kakimu disetujui penguasa,
Menggorok leher nelayan demi mencipta gempita,
Bukankah itu karya anak bangsa?

Lautku sayang,
Tak payah marah
Meski terlambat,
Bukankah mereka berduyun padamu bersimpati,
Bahkan si nomor satu berkoar melindungi
Ah, atau melindungi diri dari caci?

Lautku sayang,
Tak usah kesal
Mereka sudah siapkan tumbal
Sepotong kepala jabatan rendah,
Apakah cukup?

Cirebon, 29 Februari 2025

Kamis, 20 Maret 2025

Ramadhan Bercerita

Kemarin Ramadhan bercerita,

Malam-malam kau sibuk bercanda dengan bulan

Sahur terlupakan, 

Hidangan surga terabaikan..


Kemarin Ramadhan bercerita,

Hari-hari kau dan ponsel terus dalam gurauan,

Lupa bertegur sapa dengan Tuhan,

Sekedar gerakan rutin sebagai tuntutan, 

Itupun di akhir waktu, sekejap bak kilatan


Kemarin Ramadhan bercerita,

Menangis sebab panggilannya tak kau gubris

Kecewa sebab pelukannya kau tangkis

Marah sebab cintanya kau buat amis


Kemarin Ramadhan bercerita,

Meski di sisa umur yang tak seberapa

Ia menunggu kau sapa

Dengan hati tanpa cela

Bukan sekedar bualan belaka


Kemarin Ramadhan bercerita,

Apakah kau tak dengar?

Apakah kau tak lihat?

Apakah kau tak rasa?


Atau memang,

Kau sudah mati?


Cirebon,20 Ramadhan 1446H

@albinyahya