kawan,
dimana aku harus memulai
sedangkan setiap huruf memasang wajah masam
kadang bahkan bersembunyi
sulit kutemui
kawan,
setiap kata tertuang aku takut
apakah harus kuakhiri dengan tragis
atau kutinggal tanpa perlu kusudahi?
kawan,
kepadamu saja aku jujur
bahwa selama ini aku hanyalah pendusta
mengaku bersahabat dengan mereka padahal tidak
bangga saat ceritaku dipuja padahal tak bernilai
kawan,
apakah kau menikmati jamuanku?
walaupun pahit?
atau bahkan beracun?
bagaimana aku harus membalasmu
sedang aku tak memiliki sesuatu?
kawan,
setidaknya bicaralah!
atau mengangguk tanda mendengar
kenapa kau diam?
kawan,
apakah kau bosan?
key,
280426
Tidak ada komentar:
Posting Komentar