Welcome!!

Bismillahirrahmanirrahiim....

Senin, 21 November 2011

Tidur

Bismillahirrahmanirrahiim..

hari ini biru campur merah
biru karena hatiku membeku
merah karena malu

Ada saat-saat dalam kehidupan perkuliahan, mata ini tak mau berkompromi. Semangat menggebu sebenarnya, tapi tiba-tiba terbawa ke alam mimpi. Kadang hanya beberapa menit, atau bisa juga sampai seseorang menyenggol dan berkata, "Kuliah sudah selesai, kawan!"

Mengapa bisa sedemikian rupa? Beberapa penyebab rasa kantuk yang berlebihan antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari The Sun, Rabu (24/8/2011).

1. Kurang tidur
Masalah utama yang menyebabkan orang selalu mengantuk adalah kurang tidur, baik karena sedang banyak pekerjaan atau karena alasan lain. Stres juga bisa menyebabkan orang susah tidur di malam hari lalu mengantuk di siang harinya, demikian juga berbagai gangguan kesehatan seperti sering pipis, refluks asam lambung serta nyeri dada.

2. Kebiasaan tidur sembarangan
Manusia memiliki siklus yang mengatur kapan harus mengantuk dan kapan harus terjaga. Siklus ini bisa terganggu oleh kebiasaan tidur sembarangan atau tidak direncanakan, baik waktunya, tempatnya maupun suasananya. Contohnya tertidur saat menonton televisi atau saat berbaring santai di sofa.

3. Ngorok
Jika kebutuhan untuk tidur selama 7-8 jam dalam sehari sudah terpenuhi namun tetap merasa mengantuk, maka kemungkinan besar tidurnya tidak berkualitas. Kualitas tidur bisa berkurang akibat ngorok, sebab saluran napasnya tersumbat dan selama tidur tubuh tidak mendapat sulai oksigen yang cukup.

4. Efek samping obat
Beberapa jenis obat seperti antialergi dan antidepresan memiliki efek samping mengatuk, sehingga tidak dianjurkan untuk diminum saat mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin. Namun jika rasa kantuknya sampai mengganggu aktivitas lainnya, konsultasikan ke dokter untuk diganti dengan obat lain.

5. Kerja shift malam
Sepulang dari kerja shift malam, biasanya orang tidur pada siang harinya. Meski jika ditotal jumlah waktu tidurnya mencukupi, kadang-kadang orang tersebut mASih mengantuk. Hal ini disebabkan oleh terganggunya jam biologis, terutama jika terlalu sering berganti shift antara siang dan malam.

6. Narcolepsy
Penyakit yang tergolong langka ini menyebabkan penderitanya tiba-tiba merasa letih, kadang disertai kelumpuhan otot secara mendadak. Penderitanya juga bisa tiba-tiba pingsan saat berjalan atau saat mengalami lonjakan emosi yang meluap-luap, misalnya saat tertawa atau menangis. Meski cukup ekstrem, narcolepsy bisa disembuhkan dengan obat-obatan.

7. Gegar otak
Jika dalam 2x24 jam merasakan kantuk berlebihan disertai benjolan di kepala, sebaiknya periksakan diri ke rumah sakit terutama jika sebelumnya pernah mengalami benturan di kepala. Komplikasi gegar otak kadang-kadang tidak hanya ditandai dengan rasa mual, tetapi bisa juga memicu rasa kantuk.

Nah, termasuk yang mana ya?
Gegar otak jelas tidak mungkin, alhamdulillah aku sehat-sehat saja.
Narcolepsy juga tidak, kan udah dibilang, aku sehat-sehat saja..:)
Kerja shift malam? Hmmm,, kayaknya juga bukan, paling larut aku tidur pukul 11 malam, kecuali hari Sabtu.
Efek samping obat pun tidak, karena gak sedang minum obat.
Nah berati kemungkinannya: kurang tidur, kebiasaan tidur sembarangan atau ngorok? Tapi masa aku ngorok? Ah, gak mungkin..

Intinya, jagalah pola tidur yang teratur. Contoh paling baik tentu saja Rasulullah saw. Bukan kuantitas yang terpenting, kawan. tapi kualitas!

Kamis, 17 November 2011

Semua Ada Tempatnya

GAWAT!!! bener-bener gawat saudara-saudara sekalian. setelah vakum untuk beberapa lama, ternyata tanganku enggan untuk merangkai kata-kata menjadi cerita, kemudian cerita menjadi hikmah yang mungkin berguna bagi sebagian orang atau bisa juga jadi hiburan semata, setidaknya bagi diriku sendiri. yap, tanganku yang biasanya lincah menari di atas keyboard ini mogok nulis! betapa menderitanya aku. T.T

baiklah, sekarang kubebaskan dirimu menulis apapun, tapi kumohon jangan berhenti menulis, karena itu sama saja dengan mati bagiku. ya, karena aku hidup dengan menulis. aku bahkan bisa menjadi apapun dengan menulis. jadi teringat ucapan seorang teman, "Kamila, kamu tidak segila tulisanmu, ya.." aku hanya tersenyum. ya memang begitulah kenyataannya, aku lebih berani dalam tulisan! ^o^p

nah, jadi mulai sekarang aku tidak boleh berhenti barang sejenak pun untuk menulis. aku memang tidak berbakat, tapi setidaknya aku bisa menjalankan tiga saran yang diberikan Mbak Asma Nadia untuk menjadi seorang penulis. tiga saran itu katanya: " MENULIS, lalu MENULIS, dan terakhir tetap MENULIS". yap, sesederhana itu menjadi penulis. jikalau tulisanmu tak cukup bagus, tetaplah menulis, sebab itulah proses. nikmatilah proses itu... :)

oke, sekarang aku mau bercerita sedikit tentang tetanggaku (ssttt,, jangan bilang-bilang yaa). kemarin aku melihat ada yang buang air kecil di selokan. dia berani banget ya, padahal aku tepat di sampingnya! (ya iyalah, wong dia masih anak-anak.. -_-'') hhehe. iya nih, belakangan ini anak-anak lelaki di dekat kosanku buang air kecil di selokan. sebenarnya sih ini bukan hal yang luar biasa, ini hal yang sangat lumrah, bahkan di Bandung pun aku sudah sering melihatnya, bahkan pada orang dewasa sekalipun. eh, tunggu-tunggu, aku mau meluruskan, melihat disini maksudnya melihat kondisi ini sebagai fenomena ya, bukan ngeliatin orang-orang kencing sembarangan okeh, jangan salah prediksi!

maka jadilah kau mencium aroma amonia di tempat-tempat umum yang orang dewasanya masih anak-anak. di stasiun, terminal, tempat pemberhentian bus, tempat mangkal angkot, pokoknya sekitar situlah,, baunya sangat menyengat. kira-kira kenapa bisa terjadi fenomena ini? aku kira ada beberapa alasan disini.

pertama, orang-orang dewasa itu terlalu lelah untuk jalan ke toilet. kan kebanyakan yang buang air kecil sembarangan itu laki-laki yang berprofesi sebagai supir.. yaa, pekerjaan yang sangat melelahkan. dari pagi sampai malam harus kejar setoran, jadinya gitu, ketika panggilan alam untuk membuang hasil eksresinya, ia buang sembarangan saking lelahnya, tak kuat mencapai toilet. di samping kendaraannya atau di selokan terdekat.

kedua, orang-orang dewasa itu tidak bisa membaca.. mungkin ia kira tulisan "jangan buang sampah disini" pada selokan berarti tempat buang air kecil? ya, siapa tau aja begitu.

ketiga, orang-orang dewasa itu kebelet buang air kecil. karena takut buang air kecil di celana sedangkan ia sudah tak tahan lagi untuk buang air kecil, jadi itulah yang terjadi. ceri tempat terdekat yang hampi bisa disamakan dengan toilet.

keempat, dari kecil emang dididik gitu. nah, kalau yang ini aku mengaku salah, soalnya pernah juga nyuruh adekku buat buang air kecil di selokan aja, abisnya dia sih, orang lagi enak-enak main, minta pipis. udah dibilang "sana, pipis aja sendiri" eh, pengen dianterin. huft, jadinya begitulah.. hehe. nah lo, kok malah curhat.

oke, itu hanya praduga seorang aku. bisa benar atau salah. tapi yang terpenting disini sebenarnya adalah kesadaran. kita harus mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya. kalau tempat pinsil kan di kotak pinsil, tempat baju ya di lemari, jadi tempat buang air kecil ya di toilet. agaknya, hal ini menjadi pe-er buat kita semua. mungkin ini masalahnya terlihat kecil, namun dampaknya akan sangat besar, hingga menyangkut moral bangasa (halah mulai lebayy!).

wallahu 'alam.

Kamis, 10 November 2011

Eliana (no ending)

Sebenarnya syuro kementrian perekonomian Al-Iffah sudah berlalu semenjak pukul 22. 50 lalu, tapi aku tetap tak bisa menutup mata. Ada keinginan yang membuncah dari dalam dada ini, kawan. Ia mendesakku untuk berdiam agak lama di depan barang elektronik yang setia menemaniku seharian ini. Menulis. Ya, aku ingin menulis. Kali ini sebuah resensi buku, yang baru saja setengah jam lalu kukhatamkan sambil tiduran. Aku benar-benar terbuai, kawan, sampai-sampai aku lupa bahwa hari telah berganti. Buku yang sanggup menahan kantukku, dan membuatku rela menyisihkan uang makan minggu ini demi dirinya. buku seperti ini mesti masuk dalam catatanku, tidak boleh tidak. Ia harus kuabadikan, sejelek apapun nanti rangkaian kata yang mengabadikan dirinya. Yap, inilah buku itu, kawan: Eliana..

Sebenarnya ini adalah buku keempat karangan Tere Liye untuk serial anak-anak mamak, setelah  Burlian (buku kedua), Pukat (buku ketiga), dan berikutnya Amelia (buku keempat yang diterbitkan terakhir). Eliana, memiliki cerita hidupnya sendiri.
Ia adalah anak sulung dari empat anak mamak dalam cerita ini. adegan pertama dalam cerita ini langsung menggambarkan keberanian Eliana dalam menghardik Johan, mandor tambang pasir di desa Eliana, yang mengejek ayah Eliana dalam negosiasi pengerukan pasir di sungai desa mereka. Sang sulung ini memang memiliki keistimewaan diantara empat anak mamak, dia anak paling berani, layaknya harimau yang mengaum tanpa sedikitpun beban.
Tapi, ada kata-kata ayah Eliana yang  menanggapi keberanian Eliana, "meghadapi maslah ini bukan sekedar berani mengatakan tidak.
ibu, tidak sekedar bilang tidak, pahami ilmu, alam akan membalas,

ahhh... sayang sekali aku tak selesai menulisnya.. hiks. padahal ini buku benar2 bgus!

Selasa, 08 November 2011

sensasi chatting yang berbeda

seorang kawan lama tiba-tiba ngajak ngobrol lewat FB, chatingan gitu.. aku kira percakapan ini akan menjadi percakapan basa-basi seperti biasanya, melepas kangen atau canda. tapi ternyata lebih dari itu, kawan. aku menemukan sensasi saat bercakap dengannya, sensasi yang orang banyak menyebutnya: inspirasi. akan kuceritakan padamu meski kau tak memintanya.. oya, yang perlu dicatat, temanku itu wanita yaa, awas jangan salah sangka! (siapaaa lagi yang salah sangka? -_-'')

aku sedang ngoceh-ngoceh bersamanya tentang SKS dan lulus. sampailah kami pada suatu pertanyaan yang sepele sebenarnya, tapi membutuhkan jiwa yang besar untuk menjawabnya: akan dibawa kemana ilmu yang didapatkan saat kuliah? aku tahu, tuntutan hidup kadang membuat kita melakukan segala hal demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Maka kau bisa dengan mudah menemukan sarjana pertanian di bank-bank swasta atau sarjana peternakan di bidang furniture bahkan yang paling mudah kita lacak, sarjana pengangguran yang menambah beban negara.. aahh, apakah tahun-tahun yang dihabiskan untuk menuntut ilmu ini akan sia-sia belaka. mengendap layaknya kasus-kasus korupsi di Indonesia. atau menguap seperti janji-janji yang diucapkan penguasa negeri ini. seperti itukah?

apakah sebenarnya yang kita cari di kampus ini? kesenangan membuang-buang uang orangtua dan negara sajakah? atau sekedar coba-coba mengeksiskan diri sebagai insan intelek di tengah masyarakat? apa sebenarnya tujuan kita berkuliah dari pagi sampai sore, kadang bahkan harus mengerjakan tugas hingga larut malam, belum lagi kalau ada kuis, sampai-sampai tidur tak lelap dan hati tak tenang. untuk itukah? nilai dan pengakuan sebagai SARJANA.

dangkal sekali bila begitu. nilai dapat dengan mudah kita dapatkan, pengakuan sarjana pun bahkan dapat ditukar dengan beberapa lembar rupiah saja. lantas, apakah sebenarnya ilmu kalau begitu?

aku jadi teringat film india yang sangat menginspirasi. 3 Idiots. dimana sang pemeran utama, Ranchodass Syamaldas Chancad (bener teu nya nulisna?hehe) alias Ranchoo ternyata selama mengikuti perkuliahan tidak pernah mengejar gelar sebagai engineer, bahkan gelar itu ia berikan secara sukarela pada majikan yang menyekolahkannya. ia pergi kuliah setiap hari hanya untuk menyerap ilmu sebanyak yang ia mampu. memahaminya dan menjadikan ilmunya itu nyata berguna.  terlepas dari kefiktifan cerita ini, aku kira kita dapat belajar dari Ranchoo yang nama aslinya ternyata Phunsuk Wangdu, bukanlah nilai atau gelar, melainkan pemahaman. ya, pemahaman.

pemahaman akan suatu ilmu karena kita mencintainya. kalau sudah paham, segalanya terasa mudah, bahkan untuk pelajaran kalkulus yang menurut kebanyakan orang rumit, bila kita memahaminya akan terasa mudah. semudah anak TK bermain kelereng (asa gak nyambung ya.. hehe). Pokoknya asalkan paham, semua jadi lancar dan mudah! dan bukankah suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh orang yang bukan ahlinya hanya akan menuai bencana? ahh,, itulah mungkin sebabnya di tanahku terjadi bencana. banyak orang-orang yang mengerjakan suatu pekerjaan tanpa dasar pengetahuan!

maka cintailah bidangmu. kini bukan saatnya mengeluh, jika cinta tak kunjung muncul, carilah celah agar kau bisa mencintainya. pahamilah ia sebagaimana kau memahami kekasihmu. dan perlakukanlah ia dengan baik. jangan singkirkan ia setelah kau menikmatinya (halah, bahasanya..).

itulah pengingat, lebih tertuju untukku sebenarnya.hehe. Oke, kamila! hari ini harus lebih baik dari kemarin. jadilah bintang, BERSINARLAH!! ^o^p

Sabtu, 05 November 2011

Dakwah Tidak Butuh Aku

dakwah tidak butuh aku.


belakangan ini pikiranku diusik oleh kata-kata ini, setelah seorang kawan bertanya padaku tentang dakwah kami. hhhhh... sebenernya aku tak ingin sok menasehati orang, tapi benarlah sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa dakwah itu ibarat dua mata pisau, satu sisi mengingatkan orang lain, namun di sisi lain, sebenarnya kita tengah mengingatkan diri kita sendiri. dan inilah yang kutakutkan, kawan.. jika apa yang kukatakan tak sesuai dengan apa yang kulakukan. astaghfirullah.. aku benar-benar sesak menulis ini. betapa banyak kata yang terucap, tapi jejaknya tak nampak. ya Allah..

tiba-tiba aku berucap padanya: dakwah tidak butuh kamu..
secara tidak langsung ia bermakna: dakwah tidak butuh aku.

kawan, memang begitu bukan kenyataannya? dakwah ini tak pernah butuh aku. karena Allah sendiri yang menjamin Islam akan tegak di muka bumi, dan Allah tiada pernah ingkar janji!

kawan, pernahkah kau dengar ini?
mereka berada dalam naungan yang teduh dan di sekitar mata air-mata air,
dan mendapatkan berbagai macam buah-buahan yang mereka inginkan,
dikatakan kepada mereka, "Makan dan minumlah kamu dengan enak karena apa yang telah kamu kerjakan!" 
(QS.77:41-43)

siapakah? siapakah mereka, kawan?

sesungguhnya mereka mendapat kemenangan,
yaitu kebun-kebun dan buah amggur,
dan gadis-gadis remaja yang sebaya,
dan gelas-gelas yang penuh berisi minuman,
di dalamnya mereka tak pernah mendengarkan perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan dusta,
sebagai balasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak. 
(QS.78:31-36)

demi Allah, mereka adalah manusia yang telah melakukan perniagaan yang sangat besar dan menguntungkan! mereka menjual diri mereka sendiri untuk mendapatkan keridhaan Allah, sehinnga nikmat Allah yang berlimpah itu tak henti tercurah padanya, kekal abadi! tidak mengenal kata kesudahan atau hilang. ia kekal abadi! dengarkah kau, kawan? nikmat yang kekal abadi!! ah, tiadakah kau tergiur?

maka sebab itulah kawan, dakwah tidak butuh aku. karena tanpa aku pun, dakwah akan tetap ada bahkan dengan orang-orang yang lebih baik! tapi aku tidak rela jika aku tidak menjadi salah satu bagian dari dakwah ini, yang mengantarkanku menuju keridhaan Ilahi, hingga kelak Tuhan melimpahiku dengan nikmat kekal abadi! aku ingin ya Allah, menjadi hamba yang diridhaiMu. aku hanya ingin engkau! dan aku butuh ya Allah,, aku butuh dakwah ini!!

Hai orang yang berselimut!
bangunlah, lalu beri peringatan!
dan Tuhanmu, agungkanlah!
dan pakaianmu, bersihkanlah!
dan perbuatan dosa, tinggalkanlah!
dan janganlah kamu memberi dengan maksud memperoleh balasan yang lebih banyak,
dan untuk memenuhi perintah Tuhanmu, bersabarlah!
(QS.74:1-7)

Selasa, 01 November 2011

kerinduan

hwaaaaaa!!!!!!!! rasanya pengen teriak sekeras-kerasnya! aku kembaliiiii!!!! akhirnya bisa nulis lagi, alhamdulillah.. :))

oke, aku akan sedikit bercerita mengapa sekian lama aku gak muncul-muncul di hadapanmu, kawan. Semua berawal dari hujan di sore hari sehabis ujian dasar-dasar agronomi. besar sekali hujannya, petir dan kilat bersahut-sahut, seperti nyanyian setan yang hendak menulikan telinga. jantungku bahkan berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang (yaaahhh,, malah nyanyi.. -__-''). oke, pokoknya hujan dar der dor!! cerintanya, aku ingin menenangkan diri setelah ujian (dasar-dasar agronomi adalah ujian terakhirku) dengan menjelajahi internet dan memenuhi dirimu dengan tulisan-tulisanku yang penuh kepolosan (hhehe). tapi baru saja niatan itu muncul, orang-orang udah pada ribut..
"Tami....!"  aku sedang di kamar, jadi tidak tahu persis siapa yang memanggil Mba Tami, tetangga sebelahku, tapi aku yakin dia wanita. heehe

"Iya Mba.. " Itu suara Mba Tami, aku sangat yakin.

"Internet gak bisa jalan ya?" Deg! wahhh,, harapanku memudar. kesenangan menjelajahi internet dan bermain kata bersamamu, rasanya tinggal mimpi. betapa kejam dunia terhadap orang kecil sepertiku, ia selalu mengubur harapanku bahkan ketika ia baru selintas saja terucap! (lebayyyyy!!)

okeh, dan begitulah.. tersiar kabar bahwa internet kesambar petir. suara setan itu ternyata menulikan internet kami.huuhuu. tapi alhamdulillah, itu hanya berlangsung sehari saja, berkat kesigapan penghuni Al-Iffah, maka: tarraaaa!!! internet pulih dalam waktu 24 jam saja, luar biasa! ia memulihkan semangatku untuk kembali menulis bersamamu, kawan.. ^_^

oke, aku kembaliiiii!!!!! tapi gak tau mau nulis apa.. hehe. ah ya, aku ingin menulis rinduku untuk mamah. udah lama beliau gak kirim  surat. tahukah kau bagaimana kabar ibuku, kawan? aahhh,, peluk aku kembali ke masa aku masih bersama Ibu..

Ibuku itu, kawan..
tak hilang senyumnya saat melihat rona bahagiaku,
tak peduli seberapa lelah tubuhnya seharian ini

ibuku itu, kawan..
selalu ada kala aku butuhkan,
meski aku tak selalu ada untuknya

ibuku itu, kawan..
tetap sabar mengurus anaknya yang dua belas,
sementara wanita lain di usianya tengah bersantai menikmati usia senja

ibuku itu, kawan..
selalu cantik menawan
meski keriput menghias seluruh badan,
karena bukan sembarang pakaian yang ia kenakan
melainkan pakaian iman!

ibuku itu, kawan!
dan aku bangga menjadi anaknya!

Sabtu, 22 Oktober 2011

Gak, Gak, Gak Kuat!!

hari ini aku berdosa, aku melihat apa yang seharusnya tak kulihat. T_________________T
tapi jangan salahkan aku, kawan, karena aku tak bisa mengelak, dan ia terlalu menarik untuk kulewatkan begitu saja. astaghfirullah, ampuni hambaMu ini, Ya Rabb.. semoga ini yang terakhir kali aku bertemu dengannya. aamiin..

tenang kawan, tenang.. jangan dulu kau katakan aku tak berpendirian. sungguh ini adalah suatu keadaan yang terpaksa. aku sudah melewati jalan itu, dan kejauhan kalau aku putar balik, lagipula aku ingin juga melihatnya.. (haduhhh,, perang batin yeuhhh)

jadi begini ceritanya, kawan. tadi sore aku baru saja pulang ujian, sekitar pukul 15.00. seperti biasa aku melewati jalan yang setiap hari menemaniku. namun kali ini ada yang berbeda! aku mendengar sebuah lagu terdengar kerassss sekali..

Gak gak gak kuat
gak gak gak kuat
aku gak kuat sama playboy (playboy)

dan ternyata, pemirsa sekalian sesosok makhluk seksi berjalan lenggak lenggok di hadapanku! Ya Allah, aku segera berpaling. ah, wanitakah? aku ragu, maka kupalingkan kembali pandanganku padanya. dan yang kulihat adalah... roknya yang pendek (cuma seperlima atau sepersepuluh bagian kaki ya?hhe) tak mampu menyembunyikan... betisnya yang besar! haha, udah gitu item pula. laki-laki banget lah. astaghfirullah, itu pertama dan terakhir kulihat betisnya. gak mau lagi! 

aku berjalan dan dia juga berjalan. bedanya, setiap ada warung makan atau toko atau warnet, dia mangkal dulu, menari-nari mengikuti lagu yang dia putar di radio yang dibawanya. terus aku kalau jalan gak ada yang merhatiin, nah giliran dia yang jalan? mata orang meliriknya boooo,, udah gitu anak-anak remaja nanggung ngegodain pula. satu lagi perbedaanku dengannya adalah, aku kalau ke warung makan harus ngeluarin duit, lha dia mah malah dikasih duit! huft. duniaaa... duniaa...












kenapa ya? sebab materi sajakah?